Waspada Penyakit Ginjal Kronis (PGK)

  Ginjal merupakan organ penting yang berfungsi menjaga komposisi darah dengan mencegah menumpuknya limbah dan mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh, menjaga level elektrolit seperti sodium, potasium dan fosfat tetap stabil, serta memproduksi hormon dan enzim yang membantu dalam mengendalikan tekanan darah, membuat sel darah merah dan menjaga tulang tetap kuat.

Sekitar 1 dari 10 populasi global mengalami PGK pada stadium tertentu. Hasil systematic review dan meta-analysis yang dilakukan oleh Hill et al, 2016, mendapatkan prevalensi global PGK sebesar 13,4%. Menurut hasil Global Burdeno fDisease tahun 2010,PGKmerupakanpenyebabkematianperingkat ke-27 di dunia tahun 1990 dan meningkat menjadi urutan ke-18 pada tahun 2010. Sedangkan di Indonesia, perawatan penyakit ginjal merupakan ranking kedua pembiayaan terbesar dari BPJS kesehatan setelah penyakit jantung.

Penyakit ginjal kronis awalnya tidak menunjukkan tanda dan gejala namun dapat berjalan progresif menjadi gagal ginjal. Penyakit ginjal bisa dicegah dan ditanggulangi dan kemungkinan untuk mendapatkan terapi yang efektif akan lebih besar jika diketahui lebih awal.

PENGERTIAN
Penyakit ginjal kronis adalah penurunan progresif fungsi ginjal dalam beberapa bulan atau tahun.Penyakit ginjal kronis didefinisikan sebagai kerusakan ginjal dan/atau penurunan Glomerular Filtration Rate (GFR) kurang dari 60mL/min/1,73 m2 selama minimal 3 bulan.



Pada derajat awal, PGK belum menimbulkan gejala dan tanda, bahkan hingga laju filtrasi glomerulus sebesar 60% pasien masih asimtomatik namun sudah terjadi peningkatan kadar urea dan kreatinin serum. Kelainan secara klinis dan laboratorium baru terlihat dengan jelas pada derajat 3 dan 4.Saat laju filtrasi glomerulus sebesar 30%, keluhan seperti badan lemah, mual, nafsu makan berkurang dan penurunan berat badan mulai dirasakan pasien.Pasien mulai merasakan gejala dan tanda uremia yang nyata saat laju filtrasi glomelurus kurang dari 30%.

PENYEBAB
Penyakit ginjal kronik dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:
• Diabetes mellitus
• Hipertensi
• Glomerulonefritis kronis
• Nefritis intersisial kronis
• Penyakit ginjal polikistik
• Obstruksi - infeksi saluran kemih
• Obesitas
• Tidak diketahui


TANDA DAN GEJALA
Pada stadium awal dari PGK biasanya tidak ada gejala dan terdeteksi pada saat pemeriksaan kesehatan atauMedical Check Up, yaitu ditemukan hipertensi, peningkatan ureum, kreatinin, asam urat, dan adanya proteinuria (protein dalam urine). Gejala PGK yang sudah stadium lanjut adalah lemah badan, pusing, sakit kepala, cepat lelah, mual muntah, bengkak di badan, sesak napas, dan urin berbusa.

PEMERIKSAAN
Ketika fungsi ginjal menurun, zat-zat seperti ureum, kreatinin, dan elektrolit tertentu mulai meningkat kadarnya di dalam darah.Pemeriksaan ureum, kreatinin, dan elektrolit penting dilakukan untuk menjadi suatu ukuran seberapa baik ginjal bekerja.Urinalisis (UA) dan tes urine untuk mikroalbumin, atau tes urine lainnya, dapat mengukur protein dalam urine.Urine normal seharusnya tidak mengandung protein.Tes darah, terutama hemoglobin untuk mengetahui kondisi anemia.Jika ginjal tidak menghasilkan cukup hormon eritropoetin untuk membuat sel darah merah, maka anemia dapat terjadi.

Tes lain yang mungkin dilakukan dokter untuk memantau fungsi ginjal atau untuk mengetahui adakah penyakit ginjal lain serta kondisi tertentu yang mengakibatkan menurunnya fungsi ginjal, diantaranya USG ginjal membantu memperkirakan berapa lama seseorang memiliki penyakit ginjal kronis. USG dapat memastikan apakah aliran urine terhambat di ginjal.USG dapat membantu menemukan penyebab penyakit ginjal, seperti penyakit ginjal obstruksi atau polycystic.

Biopsi ginjal dapat membantu mengetahui penyebab dari penyakit ginjal kronis.Setelah transplantasi ginjal, dokter dapat menggunakan pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah ginjal baru tersebut cocok untuk pasien.

PENCEGAHAN
Penderita kondisi-kondisi tertentu yang berisiko mengarah ke penyakit ginjal kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi disarankan untuk mewaspadai perkembangan penyakit mereka. Perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat, berolahraga teratur, menghindari konsumsi obat-obatan yang dapat merusak ginjal dan menghindari kelebihan konsumsi minuman keras akan membantu mencegah terjadinya gagal ginjal.

PENGOBATAN
Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan pada penderita PGK sesuai stadiumnya, antara lain:
• Pemberian obat-obatan
• Cuci darah (hemodialisis)
• Transplantasi ginjal


Tujuan pengobatan untuk penyakit gagal ginjal kronik adalah untuk mencegah atau memperlambat kerusakan lebih lanjut. Kondisi lain seperti diabetes atau tekanan darah tinggi biasanya menyebabkan penyakit ginjal, sehingga sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengelola kondisi yang menyebabkan penyakit ginjal Anda.Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penyakit dan menghindari situasi yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal atau membuat kondisi kesehatan lebih buruk.

KOMPLIKASI
Berikut beberapa komplikasi atau keadaan-keadaan yang dapat timbul pada pasien dengan penyakit ginjal kronis:
• Hiperkalemia atau kenaikan kadar kalium yang tinggi dalam darah
• Penyakit jantung dan pembuluh darah
• Anemia atau kekurangan sel darah merah
• Kerusakan sistem saraf pusat


KAPAN HARUS PERIKSA KE DOKTER?
Jika Anda atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segeralah konsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.
Sumber: Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI 2017.




Share Artikel berikut :